PEKALONGAN – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Program Studi Teknologi dan Bisnis Perikanan dan Kelautan yang diketuai oleh Prastyo Abi Widyananto, S.Kel., M.Si., sukses menyelenggarakan program pengabdian masyarakat dengan tema pengolahan limbah viscera (jeroan) ikan bagi kelompok ibu-ibu PKK di Desa Api-Api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas produksi ikan asin rumah tangga yang pembuangan limbah jeroannya mencemari perairan dan lingkungan pesisir. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim menerapkan metode partisipatif dan edukatif melalui penyuluhan prinsip ekonomi sirkular. Prinsip tersebut mengedepankan praktik langsung (on-site mentoring) dengan diskusi. Secara khusus, kelompok ibu-ibu PKK sebagai mitra sasaran strategis diajarkan menggunakan inovasi teknologi biologi berupa bioaktivator reuse untuk mendekomposisi bahan organik (limbah viscera ikan) yang sebelumnya mencemari lingkungan agar dapat diputar kembali ke dalam siklus produksi yang bermanfaat.

Melalui pendampingan komprehensif tersebut, tim dan mitra (warga) berhasil menciptakan luaran produk bernilai ekonomi berupa pupuk organik cair (biofertilizer), pakan ikan alternatif (tepung ikan), starter fermentor, hingga inovasi pangan berupa pepes viscera ikan. “Permasalahan limbah jeroan ikan di Desa Api tidak hanya kami pandang sebagai isu lingkungan semata, tetapi juga sebagai peluang nyata untuk pengembangan kemandirian pangan, pakan, dan lingkungan berkelanjutan,” tegas Prastyo selaku ketua tim. Sebagai penutup, tim pengabdian yang turut beranggotakan Ir. Ria Azizah Tri Nuraini, M.Si., Fadil Apresia, M.Si., Novian Prahandhy Kusuma, S.Si., M.Si., dan anggota sekaligus pengarah tim yakni Prof. Dr. Delianis Pringgenies, M.Sc., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat desa dan warga. Kegiatan ke depan, mitra penerima manfaat (warga) berharap inovasi pemberdayaan ini dapat diakomodasi ke dalam regulasi desa dan kelak direplikasi di sentra pengolahan hasil perikanan wilayah pesisir lainnya.