NAGASAKI, JEPANG – Dalam upaya mendorong internasionalisasi dan peningkatan kualitas lulusan, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK Undip) sekaligus Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia, Prof. Dr. Agus Trianto, S.T., M.Sc., melakukan kunjungan kerja strategis ke Prefektur Nagasaki, Jepang. Dalam kunjungan penting ini, Dekan didampingi langsung oleh Ketua Program Studi Teknologi Perikanan Tangkap/Budidaya/Pengolahan Kontemporer (TBPK) FPIK Undip, Eko Susanto, Ph.D. Rombongan berfokus pada studi banding manajemen pasar ikan terintegrasi serta penjajakan peluang program internship (magang) internasional bagi mahasiswa FPIK UNDIP.

Menengok Pasar Ikan Matsuura: Kiblat Industri “Aji Furai” Dunia
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah meninjau Pasar Ikan Matsuura, yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan terpenting di wilayah Kyushu. Kota Matsuura sendiri menyumbang hampir separuh dari total volume tangkapan ikan kembung (Aji) di Jepang. Di sini, industri perikanan lokal mampu mengolah hingga 200.000 potong Aji Furai (ikan kembung goreng tepung) per hari. Produk unggulan ini tidak hanya mendominasi pasar domestik Jepang dan menjadi magnet wisata kuliner, tetapi juga telah menembus pasar ekspor Uni Eropa.

Prof. Agus Trianto bersama Eko Susanto, Ph.D., menyaksikan langsung rantai pasok modern yang super higienis dari hulu ke hilir. Proses dimulai dari penangkapan ikan menggunakan kapal berteknologi ice slurry untuk menjaga kesegaran ikan di laut. Setibanya di pelabuhan, ikan dialirkan melalui konveyor otomatis yang sekaligus berfungsi sebagai mesin sortir ukuran. Tepat di sebelah pasar, terdapat fasilitas pengolahan modern berstandar EU HACCP. Di pabrik inilah ikan dibersihkan, dibelah, dan dilapisi tepung roti (panko) berkualitas tinggi dalam kondisi yang sangat steril.

“Sejak ikan masuk konveyor hingga packing, semua proses berada dalam suhu dingin dan sangat bersih, sehingga hampir tidak ada bau amis di area pelabuhan. Model pasar ikan terintegrasi antara pelabuhan, pasar lelang, dan industri pengolahan seperti ini harusnya menjadi standar di Indonesia. Prosesnya sangat efisien, terkontrol, dan higienis,” ujar Prof. Agus.

Buka Peluang Emas Magang Internasional di Kantor Walikota Nagasaki
Tidak hanya melakukan studi banding teknologi, kunjungan ini membawa misi besar bagi kurikulum dan pengalaman praktis mahasiswa FPIK Undip. Usai meninjau pelabuhan, rombongan langsung menggelar diskusi intensif di ruang pertemuan kompleks Pelabuhan Matsuura bersama perwakilan perusahaan-perusahaan pengolahan dan pemasaran ikan.
Guna memperkuat payung kemitraan akademik dan profesional tersebut, Dekan FPIK Undip beserta Ketua Prodi TBPK, Eko Susanto, Ph.D., diterima secara resmi di Kantor Walikota Nagasaki untuk melakukan penjajakan kerjasama magang internasional secara formal. Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, dipaparkan visi besar di balik program internship global ini. “Program magang bagi mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan bukan hanya sekadar untuk menambah ilmu dan pengalaman teknis, melainkan juga untuk membentuk mentalitas kerja (etos kerja) yang tangguh serta memperluas wawasan global,” ungkap Prof. Agus.

Eko Susanto, Ph.D., selaku Ketua Prodi TBPK menambahkan bahwa kesiapan kurikulum di tingkat program studi akan diselaraskan dengan kompetensi teknologi dan manajemen yang ada di Nagasaki, sehingga mahasiswa siap terserap dalam program ini. Diharapkan, sekembalinya ke tanah air, para mahasiswa FPIK Undip yang telah memiliki etos kerja standar Jepang dan wawasan internasional ini mampu mengakselerasi dan membangun industri perikanan di Indonesia—baik ketika mereka berkarier di pemerintahan maupun sebagai pelaku usaha/sociopreneur.
Pertemuan di Kantor Walikota Nagasaki tersebut diakhiri dengan komitmen bersama dari kedua belah pihak untuk merealisasikan program magang internasional ini dalam waktu dekat. Kuota mahasiswa yang dikirimkan akan ditingkatkan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi performa kerja di perusahaan mitra. Langkah strategis FPIK Undip ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, sekaligus mencetak generasi muda perikanan yang siap bersaing di tingkat global.