JEPARA – Tim Pengabdian dari Program Studi Teknologi dan Bisnis Perikanan dan Kelautan (TBPK) Universitas Diponegoro (UNDIP) sukses menggelar program strategis untuk mendongkrak hilirisasi komoditas ekspor ikan teri nasi (Chirimen) di CV Karimun Mina Sejahtera (KMS), Jepara. Mengusung skema Hibah Pengabdian Fakultas, tim pakar multidisiplin yang dipimpin oleh Eko Susanto, Ph.D dengan anggota Dr. Nuril Azhar, Bayu Munandar, M.Si, dan Nazariano Rahman Wahyudi, M.T. Pengabdian ini selaras dengan mata kuliah Pengetahuan dan Penanganan Bahan Baku. Kegiatan ini mengintegrasikan edukasi standar global dengan penerapan teknologi tepat guna. Langkah nyata ini dirancang khusus untuk memperkuat daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar ekspor yang super ketat, seperti Jepang dan Singapura.


Program yang diikuti antusias oleh 60 peserta dari kalangan karyawan, dosen, mahasiswa, hingga siswi magang SMK ini berfokus pada penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) sesuai Permen KP No. 17 Tahun 2019. Karyawan dibekali pemahaman kritis mulai dari kedisiplinan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah kontaminasi bakteri, pengaturan alur proses satu arah (one-way flow), hingga manajemen rantai dingin (cold chain) pada suhu standar −18∘C. Kedisiplinan higienitas ini menjadi harga mati demi menjaga kepercayaan buyer internasional terhadap keamanan pangan produk.
Regulasi Ekspor Mutlak
“Kepatuhan terhadap kelayakn dasar dan akurasi bobot bersifat mutlak. Produk teri nasi lokal kita tidak hanya harus unggul secara rasa, tetapi juga memiliki integritas mutu yang diakui pasar global.” — Eko Susanto, S.Pi., M.Sc., Ph.D., Ketua Tim Pengabdian TBPK UNDIP.


Selain edukasi sanitasi, tim TBPK UNDIP juga memberikan solusi konkret mengatasi masalah fraud dan variabilitas berat produk dengan menyerahkan bantuan Timbangan Elektrik High-Precision (Digital Scale). Alat ukur presisi ini langsung diintegrasikan ke dalam lini pengemasan produk unggulan “Golden Dried Anchovy”. Kehadiran timbangan digital ini sukses mengeliminasi risiko kerugian material akibat kelebihan muatan (overfilling) sekaligus mencegah penolakan massal (reject) dari pasar internasional akibat kekurangan berat produk (underfilling). Kolaborasi produktif ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, demonstrasi kalibrasi alat bersama operator, serta proses sortir bersama. Melalui sinergi kuat antara dunia akademis dan industri ini, CV Karimun Mina Sejahtera kini resmi memulai standarisasi produksi baru yang lebih modern dan akurat. Langkah hilirisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi produk perikanan sediaan lokal untuk terus berkibar di pasar pangan global.